Love Gucci Flora so much
Flora is lighter, the floral scent of course evokes a younger consumer, and she has a hedonistic, daring side. I don’t want to say that Flora is the daughter of Gucci by Gucci but maybe the younger sister.*
The notes for Flora are listed as citrus, peony, rose, osmanthus, pink pepper, sandalwood and patchouli, but they don’t matter too much: this is a sheer, almost-sparkling floral, very pale and clean, in which nothing stands out other than the peony, and even that only for a short while. It smells like it’s been through a rigorous series of focus groups designed to ensure that it would not ruffle feathers on anybody anywhere: there’s nothing sharp in the citrus-y opening, it’s floral but not too floral (don’t let the rose and osmanthus scare you, they’re mostly MIA), it’s vaguely peach-y but not too fruity, it’s sweet-ish but not too sweet. The “sandalwood” and “patchouli” in the base need not worry anybody who doesn’t like sandalwood or patchouli: the base is a fairly bland woody musk. The consumer who loves Flora might well have a hedonistic, daring side, but she apparently prefers to not to express it through her fragrance.
The perrfume works nice on me,the smell lasts until my male colleague asked
'What's perfume do you apply?'
I had read a not-so-good review on Flora..but for me its depend on your body odour.
Mine,this perfume works very well.The smell of flora was superb,calm and last long.
Instructions-to select the right perfume
1 .Research your personal taste in fragrance. Do you like to smell lemons, vanilla, roses, musk?
2 .Ask the woman wearing the intriguing scent of freesia what her perfume is called.
3 .Think of fragrances the same way you think of music: top, middle and base notes. Note that a top note is what you smell first; citrus and light spices are the first smells to evaporate.
4 .Focus on your favorite smells and take that knowledge to the fragrance counter, where a skillful salesperson will lead you in the right direction. Clean linens, tea, grapefruit, citronella candles, vanilla beans, or even rainwater will be hints.
5 .Apply a scent and wait 10 minutes. Remember to spray on pulse points, where skin is warmest, for best diffusion of scent.
6 .Sniff the test spot again. Still like it? Chances are you'll like it tomorrow, but keep in mind that as the top and middle notes evaporate, you're left with the heaviest oils.
7 .Ask for a wrapped package when you make your decision
Tips &Warnings:
~Clear your nose with coffee beans while testing a lot of different perfumes; ask for one at the counter.
~Some women like a cleaner, citrusy smell for casual wear, and a muskier fragrance for special occasions.
~Remember that the less you expose the perfume or cologne to the air, the longer it will last.
~Navigate through your choices. In order of highest to lowest concentration of oils, and therefore most to least expensive: perfume, eau de parfum, eau de toilette, eau de cologne and body splash.
What is the difference between men and women?
1. A successful man is one who makes more money than his wife can spend. A successful woman is one who can find such a man.
2. Men wake up as good-looking as when they went to bed. Women somehow deteriorate during the night....
3. A man will pay $2 for a $1 item he wants. A woman will pay $1 for a $2 item that she doesn't want.
4. A woman marries a man expecting he will change, but he doesn't. A man marries a woman expecting that she won't change, and she does.
5. There are two times when a man doesn't understand a woman- before and after marriage.
6. A woman worries about the future until she gets a husband. A man never worries about the future until he gets a wife.
7. To be happy with a man, you must understand him a lot and love him a little. To be happy with a woman, you must love her a lot and not try to understand her at all.
8. Any married man should forget his mistakes. There's no use in two people remembering the same thing!
9. A woman has the last word in any argument. Anything a man says after that is the beginning of a new argument.
10. Women look at a wedding as the beginning of romance, while men look at a wedding as the ending of romance.
2. Men wake up as good-looking as when they went to bed. Women somehow deteriorate during the night....
3. A man will pay $2 for a $1 item he wants. A woman will pay $1 for a $2 item that she doesn't want.
4. A woman marries a man expecting he will change, but he doesn't. A man marries a woman expecting that she won't change, and she does.
5. There are two times when a man doesn't understand a woman- before and after marriage.
6. A woman worries about the future until she gets a husband. A man never worries about the future until he gets a wife.
7. To be happy with a man, you must understand him a lot and love him a little. To be happy with a woman, you must love her a lot and not try to understand her at all.
8. Any married man should forget his mistakes. There's no use in two people remembering the same thing!
9. A woman has the last word in any argument. Anything a man says after that is the beginning of a new argument.
10. Women look at a wedding as the beginning of romance, while men look at a wedding as the ending of romance.
Belajar berkata syukur dgn setiap kurniaan ALLAH~cerita motivasi 2
Ini bukan cerita pasal aku..just to share.Ini cerita motivasi yang disebarkan melalui email aku...(habaq awai-awai nooo)
Minggu lepas saya sempat tonton sebahagian dari sebuah filem yang disiarkan di channel Vision Four. Tajuknya Interstate 60. Pelakon utamanya saya tak kenal tapi pelakon tambahannya ramai yang top2. Salah satu babak yang saya ingat sangat, ialah di awal cerita yang membabitkan pelakon terkenal, Micheal J.Fox. Dalam babak tu, Micheal kelihatan seperti seorang businessman yang sibuk.
Ketika itu dia sedang bercakap2 di handphonenya di dalam kereta. Di belakangnya ada seorang lelaki sedang mengayuh basikal sambil menghisap pipe. Tiba2 Micheal buka pintu keretanya dan akibatnya lelaki tersebut terlanggar pintu tersebut dan tergolek. Tengah tergocoh2 & sibuk mintak maaf tuh, handphone Micheal terlepas dari tangan. Sampai je ke atas jalan, datang satu trailer lenyek handphone. Apa lagi, menyumpah seranah la dia. Yela... Sebagai businessman, tentu handphone tu alat penting untuknya. Dalam keadaan marah, terkeluar dari mulut Micheal (lebih kurang la...) "Saya harap ini tak pernah terjadi". Rupa2nya lelaki yang bawa basikal tadi ada kuasa magik. Dia mampu ulang balik masa dan mereka kembali ke satu keadaan di mana Micheal masih dalam kereta dan lelaki tadi masih menunggang basikalnya.
Bila tiba hampir ke kereta Micheal, dia berhenti. Tiba2 Micheal keluar dari kereta. Kali ni lelaki tadi tak melanggar pintunya seperti sebelum ini. Jadi Micheal terus rancak berbual hinggalah tiba2 datang trailer dan melanggar Micheal J. Fox. Lelaki tadi, yang berada di belakang kereta Micheal &
memerhatikan segalanya, bekata "Some people just don't know what to wish for" (Sesetengah orang tak tahu apa yang patut diminta).
Apa kesudahan filem ini saya tak tahu sebab saya tak menontonnya hingga selesai. Tapi saya cukup tertarik dengan perkataan lelaki yang berbasikal tu. Sesetengah orang tak tahu apa yang patut mereka minta. Bukankah hampir kita semua begitu? Dalam filem tadi, Micheal mengharapkan kemalangan tu (basikal langgar pintu keretanya) tak berlaku supaya handphonenya terselamat. Tapi tanpa kemalangan itu, dia pula yang maut. Perasan tak?
Ini satu telefilem fiksyen. Rekaan semata. Tapi perkara ni sebenarnya berlaku dalam kehidupan harian kita. Seringkali kita meminta perkara yang macam2 seolah2 itulah yang terbaik untuk kita. Persoalannya, tahukah kita apa yang terbaik untuk kita? Kalau kita dilahirkan miskin, kita sering berdoa untuk menjadi kaya. Hendak mengubah kehidupan, kitakata. Tapi kita pastikah kekayaan itu yang terbaik untuk kita?
Atau kita dilahirkan pendek, atau terlalu tinggi, atau hitam atau berpenyakit. Tentunya kita mengharap2kan keajaiban untuk menjadi manusia yang sempurna atau sekurang2nya 'just nice'. Mungkin juga kita terbabit dalam kemalangan yang mengorbankan orang yang tersayang. Pasti tercalit dalam hati keinginan untuk mengembalikan masa itu supaya kemalangan itu dapat dielakkan dan nyawa orang kesayangan kita juga selamat. Kan?
Persoalannya, adakah apa yang kita perolehi sekarang ini bukan yang terbaik? Adakah Allah itu zalim atau pilih kasih dengan memberi sesetengah orang nikmat manakala setengah lagih azab? Bukankah Allah itu Maha Adil? Bukankah Allah itu Maha Mengetahui? Bukankah Allah itu Maha Bijaksana? Jika begitu, mengapakah ada sesetengah dari kita yang bernasib malang manakala sesetengah yang lain bernasib baik sepanjang hidup mereka?
Sebenarnya, kita adalah apa yang kita minta (we are what we wish for). Kadangkala tatkala kita berdoa, kita sendiri kurang faham dengan apa yang kita minta. Ada orang berdoa minta selamat. Akan tetapi Allah berikan dia dari sihat jatuh sakit. Dari kaya jatuh miskin. Dari jelita jadi huduh. Bagaimana itu? Itu hanyalah sebagai ujian kesabarannya. Seandainya imannya tetap kuat, insyaAllah dia akan selamat di akhirat kelak.
Selamat juga, bukan? Adakah Allah menolak permintaannya? Tidak! Bahkan Allah meletakkannya ke tempat yang lebih tinggi. Begitu juga dengan keadaan saya baru2 ini. Hidup dikelilingi hutang lapuk. Pening kepala nak bayar. Interest makin meningkat. Ibu mana yang tak kasihan lihat anaknya susah hati? Satu hari tu ibu saya beritahu saya yang dia tiap2 hari berdoa minta saya dapat banyak duit. Dia simpati dengan saya katanya.
Saya katakan kepadanya. Kalau banyak duit, tiap2 bulan saya dapat, Alhamdulillah. Saya katakan padanya kalau mahu berdoa untuk saya, berdoalah semoga hutang lapuk saya selesai. Saya beritahunya ketika sebelum Zuhur. Zuhur tu juga dia telah tukar doanya dan Alhamdulillah, petang itu juga saya nampak
jalan penyelesaiannya. Doa ibu itu berkat. Sekarang, Alhamdulillah ringan rasanya beban di kepala saya. Maha Suci Allah...
Apabila Allah menentukan sesuatu ke atas kita, percayalah itu adalah yang terbaik. Hanya mata kita yang diseliputi dengan nafsu yang tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada sesuatu kejadian. Mengapa sukar bagi kita untuk redha kepada kejadian Allah? 'Grass is always greener on the other side'. Kan? Kita sentiasa melihat apa yang ada pada orang lain itu lebih baik dari apa yang kita miliki.
Sedang Nabi saw telah menasihatkan agar kita melihat orang yang di bawah. Jangan melihat orang lebih tinggi kerana intu akan membuat kita tidak bersyukur. Dan itulah masalahnya pada diri kita. Kita sentiasa mengejar peluang yang lebih baik. Sentiasa mahukan yang lebih banyak. Saya sendiri mengalami perkara ini. Dan saya percaya ramai yang turut mengalaminya. Siapa yang taknak gaji besar, kan?
Masa saya grad, ekonomi negara benar2 sedang menjunam. Saya ke hulu ke hilir mencari kerja. Akhirnya saya bekerja sebagai operator di kilang metal stamping. Gaji RM400 sebulan. Tiada OT. Tolak itu, tolak ini, dapatlah RM350.
Hm... Cukup? Dah tentu tidak. Ketika itu saya hanya memiliki sebuah motor Yamaha 110SS hadiah ayah sempena dia dapat EPF. Isi minyak dengan makan dah habis. Ketika itu saya fikir, dapat gaji RM750 pun jadilah. Kemudian saya bekerja sebagai Lab Technician. Betul2 saya dapat RM750. Cukup? Tak juga. Masa tu saya mula terfikir. Dapat gaji RM1500 pun dah cukup. Allah tunaikan lagi. Bekerja pula di petrochemical plant. Sebagai trainee, dapat la RM1500 sebulan. Ya Allah... tak cukup juga. Sebab masa tu saya dah beli kereta Iswara. Saya fikir, dapat RM2500 cukup la. Tapi bila dapat banyak tu, saya tukar kereta pula. Kesimpulannya tak cukup juga!
Memang takkan cukup. Nafsu itu adalah benda yang paling besar! Sekarang, ketika kawan2 saya berlumba masuk syarikat lain yang offer gaji 2 - 3 kali ganda, saya tetap di sini. Kalau ada yang bertanya kenapa saya tak ikut mereka, senang saya katakan. Saya selesa di sini. Kalau solat saya panjang, bos tak pernah marah. Sedang rakan2 saya di syarikat baru dibenarkan solat hanya dalam masa 5 minit sahaja.
Kini saya dah pandai mengatakan cukup. Cukuplah sebanyak ini yang Allah beri. Sekiranya diberi lebih, Alhamdulillah. Sekiranya semakin kurang, semoga Allah perkuatkan iman saya menghadapi dugaan mendatang. Yang penting bagi saya, apa yang saya perolehi ini halal dan diberkati. Pesan Nabi saw kepada Saiyidina Ali ra supaya jangan mengira2 rezeki untuk hari esok kerana Allah menurunkan rezeki pada tiap2 hari. Ini benar2 terkesan dalam hati saya.
Tapi bukan bererti kita tak boleh mengejar yang lebih baik. Kejarlah dunia seperti akan hidup 1000 tahun lagi. Tapi dunia itu ibarat bayang2. Makin dikejar makin ia lari. Kejarlah akhirat seperti akan mati esok hari. Kerana akhirat itu umpama matahari. Makin kita kejar akhirat (matahari), dunia (bayang2) akan mengejar kita. Rezeki itu hak Allah maka bermohonlah kepada Yang Memiliki rezeki itu. Kerana tiada rezeki untuk kita tanpa ada izin dariNya.
Terjadi kepada kenalan saya. Dengan gaji RM1000 sebulan, nak bayar ansuran rumah, nak isi minyak motor yang makin naik, duit lampin anak, duit makan, tinggal pula di JB, memang tak cukup. Sering dia mengeluh. Di tempat kerjanya pula dah lama hadkan OT. Kesian dia. Selalu dia cakap dia nak cari kerja lain. Dah banyak dia apply tapi tak dapat2 sebab tiada kelulusan dan umur pun dah makin lanjut.
Atau setidak2nya dapat banyak OT. Saya katakan padanya, besar periuk besarlah kerak. Sekarang dia pakai motor. Kalau gaji besar lagi, mungkin dia pakai kereta. Besar mana pun tetap tak cukup. Tapi... Masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Akhirnya Allah tunaikan permintaannya. Tiba2 dia dapat banyak sangat OT. Hari2 balik rumah sampai tengah malam. Langsung tak rehat. Main dengan anak pun 2 -3 minit masa pagi sebelum ke tempat kerja. Bila jumpa, dia cakap dah penat. Tak larat nak OT. Saya ketawakan dia. Bukankah ini yang dia minta? Ya, katanya. Tapi dia dah tak larat. Hari Ahad je dia dapat rehat. Bila nak main2 dengan anak? Kesian anaknya. Ke masjid pun hari Jumaat saja sekarang ni... Saya katakan padanya, kita tak boleh dapat segala2nya. Dia nak duit, Allah bagi duit. Tapi dia hilang kehidupan dan masa dengan anaknya. Itu adalah permintaannya. Bersyukurlah Allah telah menunaikan...
Kalau nak dikongsi, terlalu banyak rasanya apa yang saya lalui. Saya pasti, saudara2 semua juga ada lalui perkara yang sama. Di sini, bukan niat saya nak mengajar. Bukan juga nak menunjuk pandai. Saya hanya mengajak saudara2 sekalian terutamanya diri saya sendiri untuk berfikir. Apa yang kita buru? Apa yang kita cari? Apa yang kita dapat? Berapa kali pernah kita bersyukur dan berapa kali pernah kita katakan cukup?
Cukup atau tidak apa yang kita ada, bergantung kepada cukup atau tidak kita bersyukur ke hadrat Allah. Juga bergantung cukup atau tidak kita tambat nafsu kita. Yang penting tiap kali selepas solat, berdoalah pohonkan Allah berikan yang terbaik buat kita. Nabi saw pernah memberitahu, orang yang tidak berdoa selepas solat adalah orang yang sombong. Dalam hadith yang lain, Baginda saw berkata orang yang sombong adalah syirik kerana hanya Allah yang layak untuk bersifat sombong.
Wallahu'alam... Ya Allah! Ampunkanlah kami ya Allah. Selama ini kami leka. Selama ini kami lalai dalam mengejar nikmat dunia hingga kami lupa janji nikmat syurga Mu. Cukupkanlah kami dengan apa yang Kau beri. Dan jadikanlah kami insan yang tahu bersyukur. Amin... Ya Rabbal 'Alamin...
Akhir kata, berlajarlah untuk berkata CUKUP.... dan belajarlah BERSYUKUR.. ALHAMDULILLAH ....."
"Tak perlu mencari teman secantik BALQIS, andai diri tak sehebat SULAIMAN.
Mengapa mengharap teman setampan YUSOF, jika kasih tak setulus ZULAIKHA. Tak perlu mencari teman seteguh IBRAHIM, andai diri tak sekuat HAJAR dan mengapa didamba teman hidup sesempurna MUHAMMAD, jika ada keburukan pada dirimu. Bimbinglah kekurangan itu sebagai keunikan, carilah kebaikan pada dirinya, bersyukurlah kerana dipertemukan dengannya berdoalah dia milik kita "
Minggu lepas saya sempat tonton sebahagian dari sebuah filem yang disiarkan di channel Vision Four. Tajuknya Interstate 60. Pelakon utamanya saya tak kenal tapi pelakon tambahannya ramai yang top2. Salah satu babak yang saya ingat sangat, ialah di awal cerita yang membabitkan pelakon terkenal, Micheal J.Fox. Dalam babak tu, Micheal kelihatan seperti seorang businessman yang sibuk.
Ketika itu dia sedang bercakap2 di handphonenya di dalam kereta. Di belakangnya ada seorang lelaki sedang mengayuh basikal sambil menghisap pipe. Tiba2 Micheal buka pintu keretanya dan akibatnya lelaki tersebut terlanggar pintu tersebut dan tergolek. Tengah tergocoh2 & sibuk mintak maaf tuh, handphone Micheal terlepas dari tangan. Sampai je ke atas jalan, datang satu trailer lenyek handphone. Apa lagi, menyumpah seranah la dia. Yela... Sebagai businessman, tentu handphone tu alat penting untuknya. Dalam keadaan marah, terkeluar dari mulut Micheal (lebih kurang la...) "Saya harap ini tak pernah terjadi". Rupa2nya lelaki yang bawa basikal tadi ada kuasa magik. Dia mampu ulang balik masa dan mereka kembali ke satu keadaan di mana Micheal masih dalam kereta dan lelaki tadi masih menunggang basikalnya.
Bila tiba hampir ke kereta Micheal, dia berhenti. Tiba2 Micheal keluar dari kereta. Kali ni lelaki tadi tak melanggar pintunya seperti sebelum ini. Jadi Micheal terus rancak berbual hinggalah tiba2 datang trailer dan melanggar Micheal J. Fox. Lelaki tadi, yang berada di belakang kereta Micheal &
memerhatikan segalanya, bekata "Some people just don't know what to wish for" (Sesetengah orang tak tahu apa yang patut diminta).
Apa kesudahan filem ini saya tak tahu sebab saya tak menontonnya hingga selesai. Tapi saya cukup tertarik dengan perkataan lelaki yang berbasikal tu. Sesetengah orang tak tahu apa yang patut mereka minta. Bukankah hampir kita semua begitu? Dalam filem tadi, Micheal mengharapkan kemalangan tu (basikal langgar pintu keretanya) tak berlaku supaya handphonenya terselamat. Tapi tanpa kemalangan itu, dia pula yang maut. Perasan tak?
Ini satu telefilem fiksyen. Rekaan semata. Tapi perkara ni sebenarnya berlaku dalam kehidupan harian kita. Seringkali kita meminta perkara yang macam2 seolah2 itulah yang terbaik untuk kita. Persoalannya, tahukah kita apa yang terbaik untuk kita? Kalau kita dilahirkan miskin, kita sering berdoa untuk menjadi kaya. Hendak mengubah kehidupan, kitakata. Tapi kita pastikah kekayaan itu yang terbaik untuk kita?
Atau kita dilahirkan pendek, atau terlalu tinggi, atau hitam atau berpenyakit. Tentunya kita mengharap2kan keajaiban untuk menjadi manusia yang sempurna atau sekurang2nya 'just nice'. Mungkin juga kita terbabit dalam kemalangan yang mengorbankan orang yang tersayang. Pasti tercalit dalam hati keinginan untuk mengembalikan masa itu supaya kemalangan itu dapat dielakkan dan nyawa orang kesayangan kita juga selamat. Kan?
Persoalannya, adakah apa yang kita perolehi sekarang ini bukan yang terbaik? Adakah Allah itu zalim atau pilih kasih dengan memberi sesetengah orang nikmat manakala setengah lagih azab? Bukankah Allah itu Maha Adil? Bukankah Allah itu Maha Mengetahui? Bukankah Allah itu Maha Bijaksana? Jika begitu, mengapakah ada sesetengah dari kita yang bernasib malang manakala sesetengah yang lain bernasib baik sepanjang hidup mereka?
Sebenarnya, kita adalah apa yang kita minta (we are what we wish for). Kadangkala tatkala kita berdoa, kita sendiri kurang faham dengan apa yang kita minta. Ada orang berdoa minta selamat. Akan tetapi Allah berikan dia dari sihat jatuh sakit. Dari kaya jatuh miskin. Dari jelita jadi huduh. Bagaimana itu? Itu hanyalah sebagai ujian kesabarannya. Seandainya imannya tetap kuat, insyaAllah dia akan selamat di akhirat kelak.
Selamat juga, bukan? Adakah Allah menolak permintaannya? Tidak! Bahkan Allah meletakkannya ke tempat yang lebih tinggi. Begitu juga dengan keadaan saya baru2 ini. Hidup dikelilingi hutang lapuk. Pening kepala nak bayar. Interest makin meningkat. Ibu mana yang tak kasihan lihat anaknya susah hati? Satu hari tu ibu saya beritahu saya yang dia tiap2 hari berdoa minta saya dapat banyak duit. Dia simpati dengan saya katanya.
Saya katakan kepadanya. Kalau banyak duit, tiap2 bulan saya dapat, Alhamdulillah. Saya katakan padanya kalau mahu berdoa untuk saya, berdoalah semoga hutang lapuk saya selesai. Saya beritahunya ketika sebelum Zuhur. Zuhur tu juga dia telah tukar doanya dan Alhamdulillah, petang itu juga saya nampak
jalan penyelesaiannya. Doa ibu itu berkat. Sekarang, Alhamdulillah ringan rasanya beban di kepala saya. Maha Suci Allah...
Apabila Allah menentukan sesuatu ke atas kita, percayalah itu adalah yang terbaik. Hanya mata kita yang diseliputi dengan nafsu yang tidak dapat melihat kebaikan yang ada pada sesuatu kejadian. Mengapa sukar bagi kita untuk redha kepada kejadian Allah? 'Grass is always greener on the other side'. Kan? Kita sentiasa melihat apa yang ada pada orang lain itu lebih baik dari apa yang kita miliki.
Sedang Nabi saw telah menasihatkan agar kita melihat orang yang di bawah. Jangan melihat orang lebih tinggi kerana intu akan membuat kita tidak bersyukur. Dan itulah masalahnya pada diri kita. Kita sentiasa mengejar peluang yang lebih baik. Sentiasa mahukan yang lebih banyak. Saya sendiri mengalami perkara ini. Dan saya percaya ramai yang turut mengalaminya. Siapa yang taknak gaji besar, kan?
Masa saya grad, ekonomi negara benar2 sedang menjunam. Saya ke hulu ke hilir mencari kerja. Akhirnya saya bekerja sebagai operator di kilang metal stamping. Gaji RM400 sebulan. Tiada OT. Tolak itu, tolak ini, dapatlah RM350.
Hm... Cukup? Dah tentu tidak. Ketika itu saya hanya memiliki sebuah motor Yamaha 110SS hadiah ayah sempena dia dapat EPF. Isi minyak dengan makan dah habis. Ketika itu saya fikir, dapat gaji RM750 pun jadilah. Kemudian saya bekerja sebagai Lab Technician. Betul2 saya dapat RM750. Cukup? Tak juga. Masa tu saya mula terfikir. Dapat gaji RM1500 pun dah cukup. Allah tunaikan lagi. Bekerja pula di petrochemical plant. Sebagai trainee, dapat la RM1500 sebulan. Ya Allah... tak cukup juga. Sebab masa tu saya dah beli kereta Iswara. Saya fikir, dapat RM2500 cukup la. Tapi bila dapat banyak tu, saya tukar kereta pula. Kesimpulannya tak cukup juga!
Memang takkan cukup. Nafsu itu adalah benda yang paling besar! Sekarang, ketika kawan2 saya berlumba masuk syarikat lain yang offer gaji 2 - 3 kali ganda, saya tetap di sini. Kalau ada yang bertanya kenapa saya tak ikut mereka, senang saya katakan. Saya selesa di sini. Kalau solat saya panjang, bos tak pernah marah. Sedang rakan2 saya di syarikat baru dibenarkan solat hanya dalam masa 5 minit sahaja.
Kini saya dah pandai mengatakan cukup. Cukuplah sebanyak ini yang Allah beri. Sekiranya diberi lebih, Alhamdulillah. Sekiranya semakin kurang, semoga Allah perkuatkan iman saya menghadapi dugaan mendatang. Yang penting bagi saya, apa yang saya perolehi ini halal dan diberkati. Pesan Nabi saw kepada Saiyidina Ali ra supaya jangan mengira2 rezeki untuk hari esok kerana Allah menurunkan rezeki pada tiap2 hari. Ini benar2 terkesan dalam hati saya.
Tapi bukan bererti kita tak boleh mengejar yang lebih baik. Kejarlah dunia seperti akan hidup 1000 tahun lagi. Tapi dunia itu ibarat bayang2. Makin dikejar makin ia lari. Kejarlah akhirat seperti akan mati esok hari. Kerana akhirat itu umpama matahari. Makin kita kejar akhirat (matahari), dunia (bayang2) akan mengejar kita. Rezeki itu hak Allah maka bermohonlah kepada Yang Memiliki rezeki itu. Kerana tiada rezeki untuk kita tanpa ada izin dariNya.
Terjadi kepada kenalan saya. Dengan gaji RM1000 sebulan, nak bayar ansuran rumah, nak isi minyak motor yang makin naik, duit lampin anak, duit makan, tinggal pula di JB, memang tak cukup. Sering dia mengeluh. Di tempat kerjanya pula dah lama hadkan OT. Kesian dia. Selalu dia cakap dia nak cari kerja lain. Dah banyak dia apply tapi tak dapat2 sebab tiada kelulusan dan umur pun dah makin lanjut.
Atau setidak2nya dapat banyak OT. Saya katakan padanya, besar periuk besarlah kerak. Sekarang dia pakai motor. Kalau gaji besar lagi, mungkin dia pakai kereta. Besar mana pun tetap tak cukup. Tapi... Masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Akhirnya Allah tunaikan permintaannya. Tiba2 dia dapat banyak sangat OT. Hari2 balik rumah sampai tengah malam. Langsung tak rehat. Main dengan anak pun 2 -3 minit masa pagi sebelum ke tempat kerja. Bila jumpa, dia cakap dah penat. Tak larat nak OT. Saya ketawakan dia. Bukankah ini yang dia minta? Ya, katanya. Tapi dia dah tak larat. Hari Ahad je dia dapat rehat. Bila nak main2 dengan anak? Kesian anaknya. Ke masjid pun hari Jumaat saja sekarang ni... Saya katakan padanya, kita tak boleh dapat segala2nya. Dia nak duit, Allah bagi duit. Tapi dia hilang kehidupan dan masa dengan anaknya. Itu adalah permintaannya. Bersyukurlah Allah telah menunaikan...
Kalau nak dikongsi, terlalu banyak rasanya apa yang saya lalui. Saya pasti, saudara2 semua juga ada lalui perkara yang sama. Di sini, bukan niat saya nak mengajar. Bukan juga nak menunjuk pandai. Saya hanya mengajak saudara2 sekalian terutamanya diri saya sendiri untuk berfikir. Apa yang kita buru? Apa yang kita cari? Apa yang kita dapat? Berapa kali pernah kita bersyukur dan berapa kali pernah kita katakan cukup?
Cukup atau tidak apa yang kita ada, bergantung kepada cukup atau tidak kita bersyukur ke hadrat Allah. Juga bergantung cukup atau tidak kita tambat nafsu kita. Yang penting tiap kali selepas solat, berdoalah pohonkan Allah berikan yang terbaik buat kita. Nabi saw pernah memberitahu, orang yang tidak berdoa selepas solat adalah orang yang sombong. Dalam hadith yang lain, Baginda saw berkata orang yang sombong adalah syirik kerana hanya Allah yang layak untuk bersifat sombong.
Wallahu'alam... Ya Allah! Ampunkanlah kami ya Allah. Selama ini kami leka. Selama ini kami lalai dalam mengejar nikmat dunia hingga kami lupa janji nikmat syurga Mu. Cukupkanlah kami dengan apa yang Kau beri. Dan jadikanlah kami insan yang tahu bersyukur. Amin... Ya Rabbal 'Alamin...
Akhir kata, berlajarlah untuk berkata CUKUP.... dan belajarlah BERSYUKUR.. ALHAMDULILLAH ....."
"Tak perlu mencari teman secantik BALQIS, andai diri tak sehebat SULAIMAN.
Mengapa mengharap teman setampan YUSOF, jika kasih tak setulus ZULAIKHA. Tak perlu mencari teman seteguh IBRAHIM, andai diri tak sekuat HAJAR dan mengapa didamba teman hidup sesempurna MUHAMMAD, jika ada keburukan pada dirimu. Bimbinglah kekurangan itu sebagai keunikan, carilah kebaikan pada dirinya, bersyukurlah kerana dipertemukan dengannya berdoalah dia milik kita "
KISAH RUMPUT DAN ORANG YANG DISAYANGI~cerita motivasi 1
Cerita motivasi ni sangat popular pada awal tahun 20-an.Masa tu internet baru nak berkembang dan banyak la dpt e-mail tentang kisah-kisah motivasi begini...So bg sesapa yang tak pernah dengar kisah ni..silakan baca dengan penuh penghayatan...
Kata omputih,grass always greener on the other side..
Pada suatu pagi di satu sekolah menengah, ada seorang pelajar bertanya pada seorang guru yang sedang mengajar.
Ketika itu, guru tersebut sedang menyentuh mengenai kasih dan sayang secara am.
Dialog di antara pelajar dan guru tersebut berbunyi begini :
Pelajar : Cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang paling kita sayang?. Macam mana juga kasih sayang itu nak berkekalan?
Cikgu : Oh, awak nak tahu ke?.Emmm...baiklah, sekarang kamu buat apa yang saya suruh. Ikut je ye...mungkin kamu akan dapat apa jawapannya.
Pelajar : Baiklah...apa yang saya harus buat?
Cikgu : Kamu pergi ke padang sekolah yang berada di luar kelas sekarang juga. Kamu berjalan di atas rumput di situ dan sambil memandang rumput di depan kamu, pilih mana yang PALING cantik tanpa menoleh ke belakang lagi walaupun sekali. Dan kamu petiklah rumput yang PALING cantik yang berada
di depan kamu tersebut dan selepas itu bawa balik ke kelas.
Pelajar : Ok. Saya pergi sekarang dan buat apa yang cikgu suruh.
Apabila pelajar tersebut balik semula ke kelas, tiada pun rumput yang berada di tangannya. Maka cikgu pun bertanya kepada pelajar tersebut.
Cikgu : Mana rumput yang cikgu suruh petik?
Pelajar : Oh, tadi saya berjalan di atas rumput dan sambil memandang rumput yang berada di situ, saya carilah rumput yang paling cantik. Memang ada banyak yang cantik tapi cikgu kata petik yang paling cantik maka saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi sampai di penghujung padang , saya tak jumpa pun yang paling cantik. Mungkin ada di antara yang di belakang saya sebelum itu tapi dah cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang saya boleh petik.
Cikgu : Ya, itulah jawapannya. Maknanya, apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita hendak mencari lagi yang lebih baik daripada itu. Kita patut hargai orang yang berada di depan kita sebaik-baiknya. Janganlah kita menoleh ke belakang lagi kerana yang berlaku tetap dah berlaku. Dan semoga yang berlalu tidak lagi berulang.Jika kita berselisih faham dengan orang yang kita sayang itu, kita boleh perbetulkan keadaan dan cuba teruskan perhubungan tersebut walaupun banyak perkara yang menggugat perhubungan tersebut. Dan ingatlah orang yang kita sayang itulah kita jumpa paling cantik dan paling baik pada MULAnya walaupun nak ikutkan banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi. KECUALILAH jika perhubungan tersebut tak boleh diselamatkan lagi, maka barulah kita mulakan sekali lagi. Maka sayangilah orang yang berada di depan kita dengan tulus dan ikhlas.
"...kadangkala ALLAH hilangkan sekejap matahari..Kemudian DIA datangkan pula guruh & kilat..Puas kita menangis,mencari di mana matahari! Rupa2nya ALLAH nak hadiahkan kita PELANGI..."
Kata omputih,grass always greener on the other side..
Pada suatu pagi di satu sekolah menengah, ada seorang pelajar bertanya pada seorang guru yang sedang mengajar.
Ketika itu, guru tersebut sedang menyentuh mengenai kasih dan sayang secara am.
Dialog di antara pelajar dan guru tersebut berbunyi begini :
Pelajar : Cikgu, macam mana kita nak pilih seseorang yang terbaik sebagai orang paling kita sayang?. Macam mana juga kasih sayang itu nak berkekalan?
Cikgu : Oh, awak nak tahu ke?.Emmm...baiklah, sekarang kamu buat apa yang saya suruh. Ikut je ye...mungkin kamu akan dapat apa jawapannya.
Pelajar : Baiklah...apa yang saya harus buat?
Cikgu : Kamu pergi ke padang sekolah yang berada di luar kelas sekarang juga. Kamu berjalan di atas rumput di situ dan sambil memandang rumput di depan kamu, pilih mana yang PALING cantik tanpa menoleh ke belakang lagi walaupun sekali. Dan kamu petiklah rumput yang PALING cantik yang berada
di depan kamu tersebut dan selepas itu bawa balik ke kelas.
Pelajar : Ok. Saya pergi sekarang dan buat apa yang cikgu suruh.
Apabila pelajar tersebut balik semula ke kelas, tiada pun rumput yang berada di tangannya. Maka cikgu pun bertanya kepada pelajar tersebut.
Cikgu : Mana rumput yang cikgu suruh petik?
Pelajar : Oh, tadi saya berjalan di atas rumput dan sambil memandang rumput yang berada di situ, saya carilah rumput yang paling cantik. Memang ada banyak yang cantik tapi cikgu kata petik yang paling cantik maka saya pun terus berjalan ke depan sambil mencari yang paling cantik tanpa menoleh ke belakang lagi. Tapi sampai di penghujung padang , saya tak jumpa pun yang paling cantik. Mungkin ada di antara yang di belakang saya sebelum itu tapi dah cikgu cakap tak boleh menoleh ke belakang semula, jadi tiadalah rumput yang saya boleh petik.
Cikgu : Ya, itulah jawapannya. Maknanya, apabila kita telah berjumpa dengan seseorang yang kita sayang, janganlah kita hendak mencari lagi yang lebih baik daripada itu. Kita patut hargai orang yang berada di depan kita sebaik-baiknya. Janganlah kita menoleh ke belakang lagi kerana yang berlaku tetap dah berlaku. Dan semoga yang berlalu tidak lagi berulang.Jika kita berselisih faham dengan orang yang kita sayang itu, kita boleh perbetulkan keadaan dan cuba teruskan perhubungan tersebut walaupun banyak perkara yang menggugat perhubungan tersebut. Dan ingatlah orang yang kita sayang itulah kita jumpa paling cantik dan paling baik pada MULAnya walaupun nak ikutkan banyak lagi yang cantik dan baik seperti rumput tadi. KECUALILAH jika perhubungan tersebut tak boleh diselamatkan lagi, maka barulah kita mulakan sekali lagi. Maka sayangilah orang yang berada di depan kita dengan tulus dan ikhlas.
"...kadangkala ALLAH hilangkan sekejap matahari..Kemudian DIA datangkan pula guruh & kilat..Puas kita menangis,mencari di mana matahari! Rupa2nya ALLAH nak hadiahkan kita PELANGI..."
Lonely street in heart
Internet lembab gila.Idea aku tgh mencurah-curah ni....sama ada aku tulis dlm blog aku atau the world will be consume by my insane.
Oleh kerana harini aku jiwang banget jadi aku attach lonely poem..saja..aku tak gila dan aku tak der wayar shot kt mana-mana ok.Apasal la org ni?asal jiwang ni takleh diterima dan selalu diketawakan.Tapi kalau jadi ganas sampai berbunuhan dan penderaan tu,suka pulak??(guna jer la alasan utk menwajarkan kejiwangan aku yg melampau).
Subscribe to:
Posts (Atom)











